Minggu, 16 Januari 2011

Kesalahan Terbesar Indonesia Atas Jatuhnya Presiden Soekarno

     Presiden Soekarno adalah presiden pertama di Indonesia, dan satu"nya presiden terbaik di negara ini menurut saya. Dengan kepemimpinannya, Indonesia dikenal oleh banyak negara, kekuatan militer Indonesia paling kuat se Asia Tenggara (ASEAN), Indonesia menjadi pelopor merdekanya negara" di Asia Afrika yg masih terjajah dengan dilaksanakannya konferensi Asia Afrika. Tapi, pada akhir masa pemerintahannya, presiden Soekarno dijatuhkan dari kursi kepresidenannya dengan alasan dekat dengan komunis, beliau dianggap berpihak kepada komunis. Hmm.. menanggapi pendapat tersebut mari kita uraikan apa itu sebenarnya komunis, kapitalis, nasionalis, dan liberalis.

KAPITALIS
     Kapitalisme atau Kapital adalah suatu paham pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama, tapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untung kepentingan" pribadi. Walaupun demikian, kapitalisme sebenarnya tidak memiliki definisi universal yang bisa diterima secara luas. Beberapa ahli mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah sistem yang mulai berlaku di Eropa pada abad ke-16 hingga abad ke-19, yaitu pada masa perkembangan perbankan komersial Eropa di mana sekelompok individu maupun kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapat memiliki maupun melakukan perdagangan benda milik pribadi, terutama barang modal, seperti tanah dan manusia guna proses perubahan dari barang modal ke barang jadi. Jadi kapitalis adalah sistem ekonomi yg memungkinkan seorang pengusaha individu yg sukses memiliki harta kekayaan yg tak terbatas.

KOMUNIS
     Komunisme adalah sebuah ideologi. Penganut faham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manifes politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.
     Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap faham kapitalisme di awal abad ke-19an, dalam suasana yang menganggap bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, muncul beberapa faksi internal dalam komunisme antara penganut komunis teori dengan komunis revolusioner yang masing-masing mempunyai teori dan cara perjuangannya yang saling berbeda dalam pencapaian masyarakat sosialis untuk menuju dengan apa yang disebutnya sebagai masyarakat utopia.
     Jadi komunis adalah sistem ekonomi dimana semua dimiliki negara dan pemerintah, warga negara hanyalah sebagai pekerja, semua perusahaan dan kepemilikan modal dimiliki oleh pemerintah. Komunis bertentangan dengan sistem kapitalis, dalam komunis semua warga negara memiliki hak yg sama.

LIBERALIS
      Ekonomi liberal adalah teori ekonomi yang diuraikan oleh tokoh-tokoh penemu ekonomi klasik seperti Adam Smith atau French Physiocrats. Sistem ekonomi klasik tersebut mempunyai kaitannya dengan 'kebebasan (proses) alami' yang dipahami sementara oleh tokoh" ekonomi sebagai ekonomi liberal klasik. Meskipun demikian, Smith tidak pernah menggunakan penamaan paham tersebut sedangkan konsep kebijakan dari ekonomi (globalisasi) liberal ialah sistem ekonomi bergerak kearah menuju pasar bebas dan sistem ekonomi berpaham perdagangan bebas dalam era globalisasi yang bertujuan menghilangkan kebijakan ekonomi proteksionisme.
      Jadi sistem ekonomi liberalis tidak jauh berbeda dengan sistem ekonomi kapitalis, tapi dalam sistem ekonomi liberal pemerintah tidak campur tangan dan tidak memberikan modal sama sekali.

NASIONALIS
     Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
     Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa "kebenaran politik" (political legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu "identitas budaya", debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.
Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot. Ikatan ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tak beranjak dari situ. Saat itu, naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempatnya hidup dan menggantungkan diri. Dari sinilah cikal bakal tubuhnya ikatan ini, yang notabene lemah dan bermutu rendah. Ikatan inipun tampak pula dalam dunia hewan saat ada ancaman pihak asing yang hendak menyerang atau menaklukkan suatu negeri. Namun, bila suasanya aman dari serangan musuh dan musuh itu terusir dari negeri itu, sirnalah kekuatan ini.
     Dalam zaman modern ini, nasionalisme merujuk kepada amalan politik dan ketentaraan yang berlandaskan nasionalisme secara etnik serta keagamaan, seperti yang dinyatakan di bawah. Para ilmuwan politik biasanya menumpukan penyelidikan mereka kepada nasionalisme yang ekstrem seperti nasional sosialisme, pengasingan dan sebagainya.
     Jadi sistem ekonomi nasionalis yg dimaksud disini adalah sistem ekonomi yg menjadi penengah antara kapitalis dan komunis. Dalam sistem nasionalis, rakyat berhak berusaha secara individu dan boleh menjadi pemilik modal layaknya kapitalis, namun ketika perusahaan tersebut sudah menjadi perusahaan yg terlalu besar maka pemerintah akan mengambil alih perusahaan tersebut agar tidak terjadi kesenjangan ekonomi antara perusahaan yg kuat dengan perusahaan yg lemah.

EKONOMI DI INDONESIA PADA WAKTU ORDE LAMA

     Dari paham" ekonomi di atas, Bung Karno berusaha membawa Indonesia ke arah nasionalis. Tapi setelah itu, mengapa Bung Karno yg dikabarkan menjadi cenderung ke arah komunis? Alasannya mungkin bisa kita pada masa demokrasi liberal.
Masa Demokrasi Liberal (1950-1957)
     Masa ini disebut masa liberal, karena dalam politik maupun sistem ekonominya menggunakan prinsip-prinsip liberal. Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai teori-teori mazhab klasik yang menyatakan laissez faire laissez passer. Padahal pengusaha pribumi masih lemah dan belum bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi, terutama pengusaha Cina. Pada akhirnya sistem ini hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang baru merdeka.
Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah ekonomi, antara lain :
a) Gunting Syarifuddin, yaitu pemotongan nilai uang (sanering) 20 Maret 1950, untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun.
b) Program Benteng (Kabinet Natsir), yaitu upaya menumbuhkan wiraswastawan pribumi dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan perusahaan impor asing dengan membatasi impor barang tertentu dan memberikan lisensi impornya hanya pada importir pribumi serta memberikan kredit pada perusahaan-perusahaan pribumi agar nantinya dapat berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasional. Namun usaha ini gagal, karena sifat pengusaha pribumi yang cenderung konsumtif dan tak bisa bersaing dengan pengusaha non-pribumi.
c) Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi.
d) Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo, yaitu penggalangan kerjasama antara pengusaha cina dan pengusaha pribumi. Pengusaha non-pribumi diwajibkan memberikan latihan-latihan pada pengusaha pribumi, dan pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional. Program ini tidak berjalan dengan baik, karena pengusaha pribumi kurang berpengalaman, sehingga hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah.
e) Pembatalan sepihak atas hasil-hasil KMB, termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda. Akibatnya banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya sedangkan pengusaha-pengusaha pribumi belum bisa mengambil alih perusahaan-perusahaan tersebut.

KESIMPULAN

     Dari kebijakan" pemerintah tersebut terlihat pada kebijakan program benteng, sistem ekonomi Ali-Baba, dan pembatalan sepihak atas hasil" KMB bahwa sesungguhnya negara Indonesia sangat tidak cocok untuk dibawa ke arah kapitalis, karena pengusaha" pribumi terlihat tidak memiliki jiwa berwiraswasta serta tidak pandai dalam bersaing dengan pengusaha asing.
     Mungkin saja Bung Karno yg kemudian menjadi lebih dekat dengan komunis adalah disebabkan oleh hal tersebut. Bung Karno adalah sosok yg sangat bijaksana, dia pernah di penjara berkali-kali, diasingkan berkali-kali hanya demi kemerdakaan bangsanya. Menurut pendapat saya, Bung Karno tidak akan pernah menjerumuskan bangsa kita Indonesia.
     Pada masa pemerintahan Bung Karno, banyak orang" muslim yg ikut menjatuhkan beliau, alasannya adalah kaum muslim sangat membenci komunis karena komunis itu dinyatakan sebagai paham atheis (paham yg tidak mengenal Tuhan, tidak memiliki Tuhan dan agama). Seperti yg sudah sy uraikan diatas tadi, bahwa komunis adalah paham ekonomi yg berlawanan dengan kapitalis, dalam hal ini mungkin saja orang" yg memihak kapitalis telah meracuni kaum muslim agar mereka ikut melawan pihak komunis. Setelah komunis hancur, dan kapitalis tidak memiliki pesaing lagi, maka paham kapitalis akan mudah untuk masuk ke Indonesia. Sebagai contoh, kini negara Indonesia mungkin sudah dekat ke arah kapitalis, hanya saja pengusaha" non pribumi yg menguasai ekonomi, banyak pengusaha asing yg berjaya di tanah Indonesia saat ini. Sementara itu, setelah Amerika tidak memiliki pesaing seperti Uni Soviet lagi, Amerika kini menyerang kaum muslim, banyak negara" islam yg di hancurkan. Begitulah strategi Amerika, pecahkan lalu hancurkan, meskipun saat ini penjajahan itu dilarang karena adanya PBB, tapi mereka terus melakukan penjajahan dari segi ekonomi maupun politik, saat ini kita bisa dibilang sedang mengalami penjajahan ekonomi dan politik.
     Tahukah kalian bahwa pada masa orde lama ketika Indonesia sedang mengalami banyak perang, Indonesia pernah meminta bantuan membeli senjata ke Amerika yg dikenal sebagai negara kapitalis terkuat saat itu, tapi Amerika tidak mau memberikan bantuan hingga akhirnya Uni Soviet yg dikenal sebagai negara komunis terkuat saat itu memberikan bantuan ke Indonesia, akhirnya Indonesia membeli banyak senjata dari Uni Soviet. Nah, hal ini mungkin saja menjadi salah satu alasan juga kenapa Bung Karno cenderung lebih dekat kepada komunis.
     Pengangkatan Bung Karno menjadi presiden seumur hidup dianggap sebagai pelanggaran UUD 1945, padahal pada waktu itu Bung Karno dipilih sebagai presiden karena tidak ada kandidat yg dirasa pantas menjadi presiden saat itu dan memang kenyataannya begitu menurut saya. Jika G30S PKI bisa dijadikan alasan Bung Karno untuk dijatuhkan dari kepresidenannya, saya rasa itu aneh. G30S PKI bertujuan untuk memberontak kepada pemerintah, sedangkan Bung Karno adalah presidennya pada waktu itu, mana mungkin ada raja yg memberontak ke kerajaannya sendiri, karena setiap pemberontak pasti ingin menjadi raja.
     Dulu, banyak tokoh" islam di Indonesia yg menginginkan Indonesia menjadi negara islam, namun keinginan tersebut selalu terhalang oleh Bung Karno sebagai presiden Indonesia. Ingatkah kalian bahwa Indonesia adalah negara yg memiliki berbagai macam suku budaya dan agama? Seandainya Indonesia menjadi negara islam, mungkin saja daerah" yg non muslim seperti Bali dan sebagainya akan memerdekakan wilayahnya sendiri. Bung Karno adalah seorang pewaris ambisi  Raja Kertanagara yg ingin menyatukan seluruh nusantara. Yup, ide pertama untuk menyatukan seluruh nusantara adalah ide Kertanagara Raja Kerajaan Singhasari, kemudian ide itu diwarisi oleh seorang patih dari kerajaan Majapahit yaitu patih Gajah Mada, hingga akhirnya ide itu diwarisi oleh Bung Karno. Oleh karena itu, Bung Karno tentu saja tidak akan membiarkan wilayah Nusantara terpecah-pecah dari Indonesia, hingga ia rela turun dari jabatan presiden hanya demi persatuan Indonesia.

     Negara Indonesia adalah negara yg masih berkembang, jadi telah sepatutnya kita untuk selalu melihat kepada sejarah, karena pengalaman adalah guru yg sangat baik, dengan belajar dari pengalaman kita seharusnya tidak terjatuh lagi ke kesalahan" yg sama. Jika seandainya suatu saat nanti ada pemimpin yg sangat baik untuk negara kita, janganlah kita jatuhkan tanpa mengetahui alasannya, atau janganlah kita menjatuhkan pemimpin hanya karena satu alasan yg belum pasti kita tahu kebenarannya, serta janganlah menganggap pemimpin itu bersalah hanya dari satu sisi mata memandang, tapi lihatlah pemimpin itu dari semua sisi yg terbaik bagi rakyatnya.

Jika seandainya Indonesia dipimpin oleh presiden Soekarno hingga saat ini, pasti Indonesia sudah menjadi negara maju yg hampir menyamai Amerika. xD

4 komentar:

  1. pemimpin komunis di indonesia berbeda dengan pemimpin komunis di negara komunis lain, aidit salah strategy dengan meraih kekuasaan lewat jalan parlementer, yang akhirnya malah menghancurkan partai itu sendiri. Kader PKI di Indonesia tidak militan dan tidak tahan siksaan sehingga saling menggigit satu sama lain waktu PKI diberangus Soeharto.

    BalasHapus
  2. Yg bikin tautan ini goblog edan..

    BalasHapus