Indonesia adalah negara yang terkenal dengan kekayaan alamnya, sampai" para penjajah dari eropa seperti portugis, inggris, dan belanda jauh" datang ke indonesia hanya untuk menguasai sumber dayanya yang melimpah. Para pejuang kita terdahulu pun dengan penuh perjuangan telah memperjuangkan kemerdekaan indonesia, tapi alangkah sedihnya bila para pejuang kita melihat negara kita saat ini, tak jauh bedanya dengan jaman penjajahan dahulu, masih banyak kemiskinan dimana-mna.
Coba saja kalian hitung setiap pengemis dalam 1 lampu merah saja ( kalau niat itu jga x] ), mungkin sudah ada 10 pengemis lebih. Kalau pengemis itu adalah tuna netra, tuna rungu dsb, sy sih masih bsa menerima, tapi coba kalian lihat para pengemis yg bertubuh sehat, BUKANKAH MEREKA MASIH BISA BERKERJA?. Entah apa yg terjadi pada para pengemis itu, entah mereka malas, entah mereka memang sulit mendapatkan pekerjaan dan akhirnya putus asa menjadi seorang pengemis.
Ini adalah salah satu pengalaman sy yg pernah benar" terjadi, bukan HOAX dsb. Pada suatu hari, sy sedang dalam perjalanan pulang sekolah (diantar dengan mobil pribadi), secara tak sengaja sy memperhatikan wajah 2 org pengemis. Salah satunya adalah seorang tuna netra, dan temannya yg satunya lagi (yg msh sehat) menuntun si tunanetra. Tapi, besok lusanya, sy pun sedang dalam perjalanan pulang (kali ini pulang dengan naik angkot), sy pun tak sengaja melihat 2 org pengemis yg kmrn lusa, kali ini si tunanetra sudah sehat dan tidak tunanetra lagi, sedangkan teman yg menuntunnya kmrn menjadi tunanetra (apakah ad tunanetra bsa berpindah?).
Terkadang sy terpikir, mengapa pemerintah indonesia tidak pernah memperhatikan pengemis" di jalanan, banyak pengemis yg memiliki anak lebih dari 4 org. Bagaimana mereka akan membiayai anak sebanyak itu? ataukah anak mereka akan dijadikan seorang pengemis juga?. Kenapa ya pemerintah tidak memberikan mereka sekolah keterampilan, kalau ada yg bandel ya ditangkap paksa saja, toh ini kan buat kebaikan masa depan mereka nantinya. Ya contohnya saja, para pengemis itu kan bsa diajari salah satu bahasa internasional dan akhirnya bsa dikirim menjadi seorang TKI, banyak juga TKI indonesia yg pulang dengan sukses dan memiliki kehidupan yg layak setelah kembali ke indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar